BataraMedia.id – RKGB BARUGA SULAWESI adalah silaturrahim Rumpun Keluarga Besar Baruga yang berasal dari keturunan Batara Guru, Kerajaan/Kesultanan Buton, dan keturunan Ompu Manjawari dari Kerajaan Gantarang Lalang Bata Selayar. Hubungan persaudaraan ini didasarkan pada garis keturunan (nasab) yang menghubungkan Kerajaan Bone, Kerajaan Gowa, dan Kedatuan Luwuk, yang tercatat dalam lontarak para leluhur Sulawesi secara turun-temurun. RKGB BARUGA SULAWESI menjadi representasi hubungan silaturrahim antara Raja-raja Sulawesi Selatan, Sultan Buton, serta tokoh dan masyarakat bangsawan dari kerajaan dan kesultanan Sulawesi dan Buton.
Melalui berbagai media, dilaporkan bahwa Pemerintah Kota Baubau bersama tokoh adat Kesultanan Buton telah mengadakan sejumlah pertemuan demi menyatukan kembali dua Lembaga Adat Kesultanan Buton, LAKB Kamali Rau dan Badiaa. Rangkaian rapat dimulai pada 3 Agustus 2024 di Aula Lantai 2 Kantor Wali Kota Baubau, dipimpin oleh Asisten I Setda Kota Baubau, La Ode Aswad, bersama mediator La Ode Raf’at. Pertemuan ini menyepakati penyatuan dua LAKB melalui pembentukan Lembaga Adat dan Budaya Kesultanan Buton (LABKB), dengan perangkat adat dari kedua lembaga. Pertemuan dilanjutkan pada 5 Agustus 2024 di kediaman Bonto Ogena Matanaeyo, menyusun nama perangkat LABKB, termasuk kriteria seorang Sultan Buton. Rapat berikutnya pada 19 Agustus 2024 di kediaman Bonto Ogena Sukanaeo, Drs. H. Abdul Wahid, menetapkan jadwal Fali, pemilihan Sultan Buton.
Seluruh proses dipimpin oleh Pj Wali Kota Baubau, bersama Kadis dan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau serta tokoh adat LABKB, termasuk Bonto Ogena Matanaeyo dan Sukanaeyo, Siolimbona, dan Sara Pangka. Hasil dari rapat tersebut, pada 11 Oktober 2024, Siolimbona LABKB melaksanakan prosesi adat Fali di Masjid Agung Keraton Kesultanan Buton, memilih Drs. La Ode Muhammad Kariu sebagai Sultan Buton atau Lakina Wolio. Pada 13 Oktober 2024, Pemerintah Kota Baubau bersama LABKB menyepakati Sukayna Pau (pengumuman Sultan terpilih) yang dilaksanakan pada 15 Oktober 2024.
RKGB BARUGA SULAWESI sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Baubau dalam menyatukan LAKB Rau dan Badiaa, yang berhasil melahirkan LABKB sebagai simbol persatuan adat dan budaya Kesultanan Buton. Upaya ini menjadi langkah positif dalam mempersatukan seluruh elemen tokoh adat Kesultanan Buton, sejalan dengan falsafah Sara Pataanguna, warisan leluhur Kesultanan Buton yang berlandaskan harmoni dan persatuan.
Sebagai lembaga yang terbentuk dari penyatuan dua Lembaga Adat Kesultanan Buton, LABKB berhasil menyelenggarakan Prosesi Adat Sukayna Pau atau Pengukuhan Laki Wolio (Sultan Buton) di Baruga Masjid Agung Keraton, Kelurahan Melai, Kota Baubau, pada 15 Oktober 2024. Prosesi berlangsung khidmat, dihadiri Pj Wali Kota Baubau Muh. Rasman Manafi beserta jajaran pemerintah, Kemenag Kota Baubau, unsur TNI dan POLRI Kota Baubau, Forkopimda, serta Raja dan tokoh adat Buton, dengan masing-masing mengenakan pakaian adat kebesaran mereka.
Bulilingiana Pau atau Pelantikan Sultan Buton terpilih dijadwalkan kemudian, sambil menanti waktu yang tepat untuk mengundang tamu kehormatan dari kerajaan dan kesultanan se-Nusantara, yang tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari rumpun keluarga atau sahabat Kesultanan Buton.
RKGB BARUGA SULAWESI, sebagai satu-satunya perkumpulan rumpun keluarga besar kerajaan dan kesultanan se-Sulawesi, menjadi representasi nyata terjalinnya hubungan silaturrahim langsung antara para Raja Sulawesi Selatan, Kesultanan Buton, serta tokoh adat dan masyarakat bangsawan keturunan kerajaan di Sulawesi dan Buton. ( Andi Firman Petta Gessa ).

