MAKASSAR, BataraMedia.id— Kabar duka menyelimuti keluarga besar Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Haris, S.Kom., M.M., aparatur sipil negara (ASN) yang telah mengabdikan diri selama 32 tahun di instansi pemerintahan, meninggal dunia pada Selasa (29/9/2026) dalam usia 54 tahun.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta jajaran Dinas Pendidikan Sulsel. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi, disiplin, dan memiliki komitmen terhadap tugas serta tanggung jawabnya sebagai abdi negara.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim, S.Pd., M.Si., saat melepas jenazah almarhum, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya salah satu pegawai yang telah memberikan pengabdian panjang bagi dunia pendidikan.
“Kita kehilangan salah satu putra terbaik di Dinas Pendidikan. Dedikasinya dalam bidang pendidikan sudah tidak diragukan lagi,” ujar Mustakim.
Ia menambahkan, almarhum merupakan sosok pegawai yang dapat menjadi panutan dan teladan bagi rekan-rekan kerjanya. Pengabdian, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang ditunjukkan selama bertugas menjadi bagian dari jejak pengabdian yang akan dikenang oleh keluarga besar Dinas Pendidikan Sulsel.
Haris lahir di Sinjai pada 5 Februari 1972. Ia mengawali karier sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 1 Maret 1994. Selama lebih dari tiga dekade, almarhum telah menjalani berbagai tugas dan tanggung jawab di lingkungan pemerintahan, khususnya di bidang pendidikan.
Dalam perjalanan kariernya, almarhum pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Subbagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Maros pada 2017, Kepala Seksi Pembinaan SMA dan Fasilitasi Pendidikan Dasar, Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Tinggi pada 2018, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bulukumba pada 2020.
Selanjutnya, almarhum bertugas sebagai Analis Prasarana Pendidikan pada 2022 dan Analis Permasalahan Hukum di Dinas Pendidikan pada 2023. Sejak 2024 hingga akhir hayatnya, almarhum mengemban tugas sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
Atas kesetiaan dan prestasi dalam menjalankan tugas, almarhum juga tercatat menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun.
Di luar tugas birokrasi, Haris yang akrab disapa Pak Ketua juga dikenal memiliki ketertarikan kuat terhadap dunia tulis-menulis. Karya-karyanya kerap menghiasi berbagai media lokal di Sulawesi Selatan melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan sebagai citizen reporter.
Kemampuannya menulis menjadi sisi lain dari perjalanan hidup almarhum. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah, tetapi juga menyalurkan gagasan dan pengamatannya melalui tulisan yang dapat dibaca oleh masyarakat luas.
Kepergian almarhum pun menjadi kehilangan bagi rekan-rekan kerja, sahabat, serta kalangan yang mengenalnya melalui aktivitas birokrasi dan jurnalistik.
Haris meninggalkan seorang istri bernama Hainong dan empat orang anak. Di tengah suasana duka, rumah almarhum didatangi para pelayat yang terdiri atas staf Dinas Pendidikan Sulsel, mantan pejabat, jurnalis, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta sejumlah kepala sekolah dari Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba.
Kehadiran para pelayat tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas kepergian sosok yang telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk negara.
Mewakili keluarga besar dan instansi tempat almarhum mengabdi, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan almarhum selama menjalani kehidupan, baik dalam hubungan kedinasan maupun pergaulan sehari-hari.
Pengabdian selama 32 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi rekan-rekan yang pernah bekerja bersama almarhum, kenangan tentang dedikasi, ketekunan, dan kebersamaannya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang Dinas Pendidikan Sulsel.
Kepergian Haris menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian pada akhirnya akan sampai pada batasnya. Namun, kebaikan, keteladanan, dan jasa yang ditinggalkan akan terus hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah mengenalnya.
Selamat jalan, Haris, S.Kom., M.M. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
(Budi/PPID Disdik Sulsel)

