MAKASSAR, BATARAMEDIA.ID — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong transformasi pendidikan melalui pengembangan inovasi pembelajaran berbasis digital. Salah satu langkah strategis yang digalakkan adalah program 10.000 Karya Digital Guru, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, Selasa (27/10/2026), mengatakan program tersebut merupakan gerakan untuk mendorong guru mengembangkan sekaligus memanfaatkan karya digital sesuai kebutuhan nyata dalam proses pembelajaran.
Menurut Iqbal, program ini tidak sekadar mendorong guru menghasilkan karya, tetapi juga membangun budaya berbagi dan berkolaborasi. Gagasan yang berangkat dari kebutuhan pembelajaran diolah menjadi karya digital yang dapat dimanfaatkan bersama untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“Hal ini sejalan dengan pengembangan Collaborative Digital Class, sebagai ekosistem kolaborasi pembelajaran digital,” paparnya.
Melalui program ini, setiap karya digital yang dihasilkan guru akan dipetakan dan dikembangkan menjadi Digital Learning Resources atau sumber belajar digital. Karya-karya tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk memperkaya konten pembelajaran dalam platform Smart School Sulsel.
Plt. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Sulsel, Dr. Anshar, menambahkan bahwa program 10.000 Karya Digital Guru diarahkan untuk menghasilkan beragam produk digital yang mendukung pembelajaran inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Bentuk karya yang dihasilkan mencakup video dan animasi pembelajaran, media interaktif, lembar kerja digital ( digital worksheet ), modul elektronik ( e-modul ), buku elektronik ( e-book ), infografis, komik digital, podcast, virtual reality, serta berbagai produk digital pendidikan lainnya.
Disdik Sulsel menargetkan 10.000 karya digital tersebut dapat direalisasikan dan ditampilkan dalam pameran karya pada puncak peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2026.
Sambutan positif terhadap program ini datang dari kalangan guru. Norma, salah seorang guru PPPK di SMAN 5 Maros, mengapresiasi inisiatif Disdik Sulsel yang dinilainya membuka ruang bagi guru untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran.
“Hampir semua guru PPPK di sekolah kami mengirimkan karya digitalnya. Program ini sangat bagus karena memberikan ruang untuk menampilkan karya digital guru,” tuturnya.
Program 10.000 Karya Digital Guru diharapkan tidak berhenti pada pencapaian target jumlah karya semata. Lebih dari itu, program ini menjadi momentum untuk membangun budaya guru berkarya, berbagi, dan berkolaborasi.
Dengan dokumentasi dan pengelolaan yang berkelanjutan, karya-karya tersebut diharapkan dapat diakses, dimanfaatkan, serta dikembangkan bersama sehingga memberikan nilai tambah bagi pembelajaran dan memperkuat ekosistem pendidikan digital di Sulawesi Selatan.

