MAKASSAR, BataraMedia. — Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Hery Sumiharto, menegaskan bahwa data pokok pendidikan (Dapodik) yang diinput dan dikelola oleh setiap sekolah menjadi salah satu acuan penting pemerintah dalam perencanaan program serta penyaluran berbagai bentuk bantuan dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan H. Hery Sumiharto saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan dan Manajemen Dapodik Angkatan II, Minggu (23/8/2026), di Hotel Dalton Makassar.
Menurutnya, pelaksanaan Bimtek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemahaman serta kemampuan kepala sekolah dan operator Dapodik dalam mengelola data pendidikan secara akurat, lengkap, dan sesuai dengan kondisi riil di sekolah.
“Hari ini merupakan pelaksanaan Bimtek Angkatan II. Hampir setiap tahun terjadi pembaruan, penyusunan, dan penyempurnaan data. Karena itu, kesempurnaan dan validitas data Dapodik menjadi sangat penting, sebab data tersebut menjadi salah satu acuan terhadap bantuan dan program yang akan diberikan oleh pemerintah pusat kepada sekolah,” papar H. Hery.
Ia menambahkan, Bimtek ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pembenahan dan penyempurnaan data peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan, serta sarana dan prasarana yang tersedia di setiap sekolah.
Untuk itu, H. Hery menekankan pentingnya kerja sama dan kesungguhan antara kepala sekolah dan operator Dapodik dalam melakukan penginputan maupun pembaruan data.
“Operator dan kepala sekolah harus bekerja keras dan membangun koordinasi yang baik dalam penyusunan data Dapodik. Data yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di sekolah,” jelasnya.
Menurut H. Hery, kesalahan dalam penginputan data dapat berdampak serius terhadap sekolah, termasuk berpotensi menghambat atau bahkan menggugurkan peluang memperoleh bantuan dan program dari pemerintah pusat.
Usai pembukaan Bimtek Angkatan II, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, tampil memberikan arahan kepada seluruh peserta.
Dalam arahannya, Iqbal memberikan apresiasi atas pelaksanaan Bimtek pengelolaan Dapodik tersebut. Ia menilai Dapodik merupakan instrumen yang sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan dan pembangunan pendidikan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena Dapodik adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh seluruh penyelenggara pendidikan. Dapodik menjadi dasar dalam melihat dan memetakan kondisi pendidikan kita,” tegas Iqbal.
Ia menekankan bahwa perencanaan pendidikan harus didasarkan pada informasi dan data yang valid. Perencanaan tanpa data yang akurat, menurutnya, akan berpengaruh terhadap kualitas kebijakan dan program pendidikan yang akan dijalankan.
“Semua harus memahami pentingnya Dapodik dan terus melakukan penyempurnaan. Kita harus menyampaikan informasi yang valid dan sesuai dengan kondisi sebenarnya dalam Dapodik masing-masing sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muliama Tanjung, mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman pelaksanaan Bimtek Angkatan I, masih ditemukan sejumlah sekolah yang melakukan kekeliruan dalam proses pembaruan dan penginputan data Dapodik.
“Pengalaman pada Angkatan I, masih banyak sekolah yang harus kami tolak atau kembalikan untuk dilakukan perbaikan karena datanya belum sesuai. Semoga hal seperti itu tidak kembali terjadi pada Angkatan II ini,” katanya.
Bimtek Pengelolaan dan Manajemen Dapodik Angkatan II tersebut diikuti sebanyak 517 peserta yang berasal dari Wilayah III, V, VII, dan VIII. Setiap sekolah mengutus kepala sekolah dan operator Dapodik sebagai peserta kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan Dapodik, sehingga data pendidikan di Sulawesi Selatan semakin akurat, valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta penyaluran bantuan pendidikan.
(Budi/PPID Disdik Sulsel)
