Bataramedia. Id, Makassar — Upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik kembali membuahkan hasil bagi Universitas Mega Buana Palopo. Kampus tersebut resmi menambah satu Guru Besar setelah Prof. Dr. Andi Alim, SE., SKM., MKes menerima Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Dosen Guru Besar dalam bidang Sosiologi Kesehatan Masyarakat.
Penyerahan SK Guru Besar dilaksanakan di Aula Ridwan Mattayang LLDikti Wilayah IX, Selasa (6/1/2026). SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah IX, Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si, kepada pimpinan Universitas Mega Buana Palopo yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Indra Amanah, SKM., MPh.
Dengan diterimanya SK tersebut, Universitas Mega Buana Palopo kini memiliki lima Guru Besar, empat di antaranya berasal dari bidang Kesehatan Masyarakat. Pencapaian ini mencerminkan konsistensi institusi dalam membangun keunggulan akademik dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan kontekstual.
Rektor Universitas Mega Buana Palopo, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, S.Si., Apt., M.Kes., CIPA, menyampaikan bahwa penambahan Guru Besar merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan riset. Menurutnya, keberadaan Guru Besar menjadi motor penggerak pengembangan keilmuan, khususnya dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Kepala LLDikti Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, menilai capaian ini sebagai hasil sinergi antara dedikasi dosen dan dukungan institusional yang kuat. Ia menegaskan bahwa jabatan Guru Besar tidak hanya simbol pencapaian akademik tertinggi, tetapi juga tanggung jawab moral dan ilmiah untuk terus berkontribusi melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penetapan Prof. Dr. Andi Alim sebagai Guru Besar diharapkan dapat memperkuat implementasi tridarma perguruan tinggi di Universitas Mega Buana Palopo, sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas, produktivitas, dan dampak keilmuan bagi pembangunan kesehatan masyarakat.

